Catatan Si Zee: Puisi
(Oleh: Fauzi Zee)
Ditengah pekatnya
malam, Aku masih terpaku.
Belai lembut angin malam, cumbu rayunya tak kuasa menggodaku.
Belai lembut angin malam, cumbu rayunya tak kuasa menggodaku.
Bahkan untuk sekedar
memalingkan khayalku barang sedetik, Ia tak mampu.
Aku terlalu asyik bercumbu dengan khayalku.
Aku terlalu asyik bercumbu dengan khayalku.
Pesona semu yang
tempo hari pernah kita sepakati.
Yang kita yakini akan menjadi sebuah adegan nyata, dimana kita akan menjadi raja-ratu sehari.
Yang kita yakini akan menjadi sebuah adegan nyata, dimana kita akan menjadi raja-ratu sehari.
(Selasa, 3 Februari
2015)
